LA M2
A.OSCILLOSCOPE
- Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Tegangan DC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
16 mV | ∞ | 0 |
Tegangan AC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
| 424 mV | 1 ms | 1 kHz |
2. Membandingkan Frekuensi
Jenis Gelombang | Frekuensi Oscilloscope | Frekuensi Function Generator |
Sinusoidal | 1 kHz | 1 kHz |
Gergaji | 1 kHz | 1 kHz |
Pulse | 1 kHz | 1 kHz |
sinusoidal
segitiga
kotak/pulsa
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Perbandingan Frekuensi | Frekuensi Generator A (fy) | Frekuensi Generator B (fx) | Lissajous |
1:1 |
1000 Hz |
1000 Hz |
|
1:2 |
1000 Hz |
2000 Hz |
|
2:1 |
2000 Hz |
1000 Hz |
|
3:1 |
3000 Hz |
1000 Hz |
|
2:3 |
2000 Hz |
3000 Hz | |
3:2 |
3000 Hz |
2000 Hz |
|
B.PENGUKURAN DAYA
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Beban | Daya Terukur | V total | I total | Daya Terhitung |
1 Lampu | 0,75 watt | 1,709 V | 255,5 mA | 0,4366 watt |
2 Lampu | 1,5 watt | 1,589 V | 255,5 mA | 0,4054 watt |
3 Lampu | 2,25 watt | 1,530V | 255,5 mA | 0,3909 watt |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Beban | Daya Terukur | V total | I total | Daya Terhitung |
1 Lampu | 0,75 watt | 2,8 V | 258 mA | 0,7246 watt |
2 Lampu | 1,5 watt | 2,8V | 249,8 mA | 0,6994 watt |
3 Lampu | 2,25 watt | 2,8V | 256 5 mA | 0,7182 watt |
A.Oscilloscope
1. Mengamati dan Mengukur Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Prinsip Kerja:
2. Mengukur dan Mengamati Frequency
Prinsip Kerja:
Output function signal generator dihubungkan dengan kanal A osiloskop. Lalu catat hasil yang menunjukkkan frekuensi function generator lalu bandingkan dengan hasil frekuensi yang ditunjukkan pada osiloskop.
3. Membandingkan frekuensi dengan cara Lissajous
Prinsip Kerja:
Dua buah function generator masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop. Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.
B.Pengukuran Daya
1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Prinsip Kerja:
Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
1.Rangkaian seri
2.Rangkaian paralel
1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum oscilloscope digunakan?
Jawab: kalibrasi dilakukan agar hasil pengukuran dan oscilloscope Memiliki akurasi yang bagus dan konsisten serta mampu mondeteksi kesalahan pada osiloskop kalibrasi berguna untuk memastikan asiloskop bekerja dengan Optimal dan memenuhi standar.
2. Jelarkan perbedaan tegangan AC dan Dc pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan periode!
jawab: tegangan Dc, amplitude yang didapat sebesar 16mV. Frekuensi 0, karena di DC amplitudonya konstan dan tidak berubah terhadap waktu.
Sedangkan pariodenya ∞ karona Frekuensinya 0
Pada tegangan AC, amplitudo yang didapat vebesar 424 mV
Frekuensinya 1 kHz karena amplitudonya berubah tarhadap waktu.
Sedangkan Periodanya 1 ms karena Frekuensinya 1 kHz.
3. Jelaskan macam bentuk gelombang berdasarkan generator Fungri dan Frekuensi!
Jawab:
- Gelombang Sinus, kurva harus secara sinusoidal, digunakan pada audio.
- Gelombang segitiga, bentuk galombang seperti segitiga digunakan dalam aplikasi kontrol.
- Gelombang kotak/pulsa, bentuk gelombang 2 tingkat tegangan yang konstan digunakan diaplikasi digital .

- Gelombang gigi gergaji, gelombang seperti gigi gergaji digunakan dalam audio.
Samakin tinggi Frekuonsi semakin banyak siklus gelombang.
4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya yang terhitung Pada Pengukuran daya beban lampu seri!
Jawab: Beban P.Terukur P.Terhitung Selisih
1 lampu 0,75W 0,4366W 0, 3134W
2 lampu 1,5W 0,4054W 1,0946W
3 lampu 2,25W 0,3909W 1,8591W
Dari segi teori seharusnya pada lampu seri daya terukurnya sama dengın daya tarhitungnya. Namun dari Percobaan yang dilakukan. daya yang terukur pada beban 1 lampu adalah 0,75 w, sedangkan daya yang terhitungnya adalah 0,4366 w Sehingga terjadi kejadian kelebihan daya. ini mungkin disebabkan karena tegangan yang dipakai sebagai sumber tidak sama dengan tegangan sumber pada daya terhitung
5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada Pengukuran daya beban lampu paralel !
Javab: Beban P.Terukur P.Terhitung Selisih
1 lampu 0,75 0,7246W 0,0254W
2 lampu 1,5W 0,6994W 0,8006W
3 lampu 2,25W 0,7182W 1,5318W
Dari data yang didapat Pada Percobaan ini. Daya yang terukur dengan daya tarhitung tidak sama, dan juga selisihnya cukup besar. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang ketelitian dalam mengukur dan mengambil data .
1.Rangkaian seri[disini]
2.Rangkaian paralel[disini]
3. Penjelasan blog [disini]
4.Laporan Akhir[disini]
Komentar
Posting Komentar