TP M3 EC
1. Penjelasan Kondisi [Kembali]
Kondisi:
Buatlah sebuah rangkaian Inverting Amplifier, lalu hitung Gain dan Vout serta analisa bentuk gelombang input dan output pada osiloskop.
Jawab:
Perhitungan Gain dan Vout
Rumus penguatan tegangan (Gain) untuk inverting amplifier:
Av = - RF / Rin
= - 20k / 5ki
Av =-4k
Dengan amplitudo input sebesar Vin =3V, maka outputnya adalah:
Vout = Av X Vin = -4 x 3 = -12 V
Sehingga tegangan output yang terbentuk adalah sinus dengan amplitudo 12 V (peak) dan mengalami pembalikan fasa 180° terhadap input.
Analisa Bentuk Gelombang pada Osiloskop
Pada osiloskop, Channel B (biru) menunjukkan sinyal input berupa gelombang sinusoidal dengan amplitudo 3 V dan frekuensi 1 kHz. Sedangkan Channel A (kuning) memperlihatkan sinyal output dengan amplitudo jauh lebih besar, yakni sekitar 12 V, sesuai dengan hasil perhitungan gain. Selain itu, terlihat jelas bahwa bentuk gelombang output mengalami pembalikan fasa sebesar 180° terhadap sinyal input. Saat input mencapai puncak positif, output berada pada puncak negatif, dan sebaliknya.
2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]
Rangkaian ini menggunakan konfigurasi inverting amplifier dengan op-amp 741. Sinyal masukan Vin diberikan melalui resistor R1 menuju terminal inverting (-) op-amp. Sedangkan terminal non-inverting (+) dihubungkan langsung ke ground. Resistor R2berfungsi sebagai resistor umpan balik (feedback) yang menghubungkan output op-amp kembali ke terminal inverting.
Ketika sinyal masukan diberikan, arus akan mengalir melalui resistor R1 menuju kaki inverting. Karena op-amp bekerja dengan prinsip virtual ground, maka tegangan pada terminal inverting (-) hampir sama dengan terminal non-inverting (+), yaitu mendekati 0 V. Akibatnya, arus yang masuk melalui R1 akan dipaksa mengalir melalui R2 menuju output. Dengan mekanisme ini, terbentuklah hubungan matematis:
Tanda negatif menunjukkan bahwa output selalu berlawanan fasa (terjadi pembalikan 180°) terhadap input. Besarnya penguatan tegangan ditentukan oleh perbandingan antara resistor umpan balik (RF) dengan resistor input (R1). Pada rangkaian ini, R1= 5kΩ dan RF= 20kΩ, sehingga diperoleh gain sebesar -4.
Dengan demikian, saat sinyal sinusoidal3 V amplitudo dan 1 kHz diberikan pada input, output yang dihasilkan adalah gelombang sinus dengan amplitudo 12 V, namun fasanya terbalik 180°.
3. Rangkaian Kondisi [Kembali]
4. Video Penjelasan Kondisi [Kembali]
download vidio disini5. Download File (Soft File)[Kembali]
Tugas Pendahuluan disini
Laporan Akhir disini
Komentar
Posting Komentar