LA M3 EC



1. Jurnal [Kembali]

1. INVERTING AMPIFIER

Rf(kΩ)

Vi(V)

Hitung

Gain(  𝑅𝑓 )

𝑅𝑖𝑛

Vout

Bentuk Gelombang

 

 

20

 

1,709V

 

-20 /10 = -2


    3,561V 

 


 

 

50

 

1,7090V

 

-50 / 10=-5


     8,84V 

 


 

 

80


1,709V 


-80 / 10=-8 


13,21V 

 

2. Komparator

 

V1 (V)

V2 (V)

Vout

                     3

                     1

                 -10,05V

                     1

                        3 

                      11,32V

 

3.   LPF -20dB

 

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

 

100 Hz

 


1,741V

 


1,465V

 




 

 

 

 

500 Hz

 



1,729V

 



0,513V

 


 

 

 


1000 Hz

 



1,709V


 


0,262V

 


4.   HPF 40dB

 

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

 

100 Hz

 



1,743V




0,537V 

 



 

 

 

 

500 Hz

 



1,743V

 



1,585V

 


 

 

 

 

1000 Hz

 



1,743V

 



1,224V

 


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Inverting Amplifier 

        Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui Penguatan outputnya berbeda phasa 180 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif.

2.Komparator

        komparator adalah jenis rangkaian amplifier operasional (op-amp) yang berfungsi untuk membandingkan dua sinyal tegangan pada inputnya dan menghasilkan output dalam bentuk tegangan tinggi atau rendah (logika digital), tergantung pada perbandingan tegangan tersebut. Cara Kerja Comparator:

• Jika tegangan pada input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input inverting (-), maka output akan berada di kondisi tegangan tinggi (𝑉+ > 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)

• Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting (-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖).

3. Low Pass Filter

        Low Pass Filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut (frekuensi cut-off) maka sinyal akan diredam. Low Pass Filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.

4. High Pass Filter

High Pass Filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut-off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut-off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.

3. Video Percobaan [Kembali]

A.Percobaan Lpf

2. Percobaan Hpf




3. Percobaan Komparator





4. Penjelasan kondisi

5. penjelasan blog 









4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip pekerja dari rangkaianinverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan. 

Jawab:

dari percobaan dilakukan, inverting amplifier dapat mengontrol pengeluaran tegangan menggunakan OP-AMP, sinyal input terhubung ke terminal inverting dan terminal positif ke ground. Output diberi umpan balik melalui resistor feedback ke input inverting pada percobaan, nilai VI-nya dari VRMS bukan dari VIN dari sinyal generatornya.

 2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output-nya stabil atau terdapat ketidakpastian? Jelaskan berdasarkan analisa percobaan.

 Jawab:

dari percobaan dilakukan, jika V2-nya besar dari V1 referensinya, output saturasinya ke level high atau positif saturasi. Jika V2-nya kecil dari V1referensi, maka output saturasinya ke level low atau negatif  V saturasi. Nah, jika input sangat dekat dengan batas switching, output-nya hanya akan berubah satu kali tepat saat VIN-nya sama dengan referensinya.

 3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan, berikan alasannya. 

Jawab:

 inverting:pada pengukuran inverting tidak terjadi perbedaan yang begitu besar. 

Komparator: juga tidak terjadi perbedaan yang begitu besar.

 LPF :sesuai dengan perhitungan dan tidak terjadi perubahan yang begitu besar.  

HPF: sesuai dengan perhitungan yang dilakukan dan tidak terjadi perubahan yang begitu besar.

 4. Analisi penelitian kerja dari LPF berdasarkan tegangan input-output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan. 

Jawab:

 berdasarkan hasil percobaannya dilakukan, LPF bekerja sesuai dengan teori yang ada, yaitu melewatkan sinyal rendah dan meredam sinyal tinggi. nilai output  hasil percobaan dengan perhitungan, meskipun ada sedikit perbedaan yang mungkin disebabkan oleh toleransi komponen, noise pada osiloskop, dan non-idealitas resistor atau kompensator, gelombang hasil percobaan menunjukkan bahwa pada frekuensi rendah, hasilnya tidak berubah sedangkan pada frekuensi tinggi hanya terlihat sinus kecil.

 5. Analisi penelitian kerja dari HPF berdasarkan tegangan input-output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

 Jawab:rangkaian HPFbekerja sesuai dengan teori yaitu melewatkan sinyal rendah dan meredam sinyal tinggi. Adanya perbedaan atau sedikit perbedaan akibat adanya toleransi resistor, noise, penggunaan, pengukuran, dan non-idealitas komponen.



5. Download File[Kembali]

TP disini

LA disini

LPF disini

HPF disini

blog disini

Komparator disini

Kondisi 8 disini









Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL M2

m3 ec

MODUL 1