LA M1 EC
A. Percobaan Karakteristik Dioda
Resistor | Vd | Id |
220 Ω |
2,48V | 0,18mA |
330 Ω |
2,36V |
0,14mA |
470 Ω |
2,22V |
0,05mA |
D. Full Bridge Rectifier
Vin | Resistor atau Kapasitor | Gelombang Output |
6 V |
220 Ω |
|
470 Ω |
| |
1000 uF |
|
Prinsip kerja Modul 1 Karakteristik Dioda adalah mempelajari bagaimana dioda, dioda zener, serta rangkaian penyearah mengatur aliran arus listrik. Dioda merupakan sambungan semikonduktor P-N yang hanya menghantarkan arus dalam satu arah. Pada bias maju, arus dapat mengalir setelah melewati tegangan ambang (±0,7 V untuk silikon atau ±0,2 V untuk germanium), sedangkan pada bias mundur arus terhambat karena lapisan deplesi melebar. Dioda zener dirancang khusus bekerja pada bias mundur dan akan menghantarkan arus jika tegangan balik melebihi tegangan tembusnya, sambil menjaga tegangan tetap stabil sehingga berfungsi sebagai penstabil tegangan. Dalam aplikasi penyearah, half bridge rectifier hanya meneruskan siklus positif dari AC dan menghasilkan arus DC berdenyut setengah gelombang, sedangkan full bridge rectifier menggunakan empat dioda dalam konfigurasi jembatan untuk menyearahkan seluruh siklus AC menjadi DC berdenyut penuh dengan frekuensi dua kali lipat sumber AC
1.dioda
2.dioda zener
- Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Pada kondisi forward bias, semakin besar tegangan input yang diberikan maka tegangan maju pada dioda juga meningkat hingga mencapai tegangan ambang (sekitar 0,7 V untuk silikon atau 0,2 V untuk germanium). Setelah melewati ambang ini, arus yang mengalir melalui dioda meningkat secara signifikan seiring kenaikan tegangan input. Dengan demikian, hubungan antara tegangan dan arus pada forward bias bersifat eksponensial setelah melewati titik ambang. - Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Pada kondisi reverse bias, meskipun tegangan input ditingkatkan, arus yang mengalir melalui dioda sangat kecil (disebut arus bocor). Tegangan pada dioda hampir sama dengan tegangan input karena dioda tidak konduksi. Jika tegangan reverse terus ditingkatkan hingga melewati batas tegangan breakdown, maka arus akan meningkat tajam dan dioda bisa rusak (kecuali pada dioda zener yang memang dirancang untuk kondisi ini). - Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Dari hasil percobaan, dioda zener pada kondisi bias mundur akan tetap menahan tegangan hingga mencapai nilai tegangan tembusnya (V_Z). Setelah tegangan input melewati nilai V_Z, dioda zener akan mulai menghantarkan arus, tetapi tegangan output akan tetap stabil pada nilai V_Z tersebut. Hal ini membuktikan bahwa fungsi utama dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan meskipun tegangan input berubah-ubah. - Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Pada half bridge rectifier, hanya siklus positif dari tegangan AC input yang diteruskan, sedangkan siklus negatif diblokir oleh dioda. Akibatnya, gelombang output berupa arus DC berdenyut setengah gelombang dengan frekuensi sama seperti sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih rendah dibanding input karena hanya setengah siklus yang digunakan. - Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Pada full bridge rectifier, baik siklus positif maupun negatif dari sumber AC dapat disearahkan menjadi aliran arus searah. Hal ini menghasilkan gelombang output berupa DC berdenyut penuh dengan frekuensi dua kali lipat dari frekuensi sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih tinggi dibanding half bridge rectifier, dan hasil penyearahan lebih baik karena menggunakan seluruh siklus AC.
TP disini
LA disini
Penjelasan blog disini
Penjelasan kondisi disini
Penjelasan percobaan dioda disini
Penjelasan percobaan dioda zener disini
Penjelasan percobaan half bridge rectifier disini
Penjelasan percobaan full bridge rectifier disini
Komentar
Posting Komentar